Indonesia Mengajar

19.34.00

indonesia_mengajar

Judul buku: Indonesia Mengajar

Penulis: Pengajar Muda

Penerbit: Bentang, DI. Yogyakarta

Halaman: 322

Harga: 54.000

***


Sejatinya kemerdekaan negeri ini telah diraih enam puluh tujuh tahun silam. Tapi hingga kini janji kemerdekaan belum sepenuhnya di nikmati seluruh anak negeri. Ya, janji “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Betapa terlihat jelas compang camping dan timpangnya pendidikan di negeri ini.



Lima puluh satu Pengajar Muda berangkat meninggalkan pekerjaan mapan mereka, meninggalkan kenyamanan kota dengan berbagai fasilitasnya untuk memenuhi janji kemerdekaan. Berangkat dengan modal ketulusan, semangat, optimis dan pengetahuan menuju daerah terpencil yang minim sarana prasarana selama satu tahun.

Pengalaman satu tahun hidup didaerah terpencil menjadi sejarah hidup yang tak mungkin terlupakan. Dari sanalah para Pengajar Muda menorehkan jejak, menitipkan pahala bagi para siswa. Alas kaki bisa jadi tidak ada, baju bisa jadi kumal dan ala kadarnya tetapi mata mereka bisa berbinar karena kehadiran guru muda penuh dedikasi. Mereka tidak hanya mengajar tetapi juga menginspirasi dan menebar semangat untuk maju.

"Malu" menjadi kata kunci Pengajar Muda Bengkalis Nanda Yunika Wulandari untuk memotivasi muridnya menjadi "Maju." Ia mengajarkan bagaimana malu dapat diucapkan tanpa huruf “I” dengan penuh percaya diri. Pada awalnya murid-murid “malu” untuk maju dan kini mereka “mau” maju. Kemudian mengenalkan “malu” karena tidak tahu menjadi “mau” tahu akan segala hal baru. Setelah mereka “mau” tahu hal-hal yang baru, mereka diajarkan untuk “malu” karena tidak berani mencoba hal baru diluar kebiasaan yang dilakukan sehingga mereka “mau” melakukan hal baru di luar kebiasaan. Dan pada akhirnya mereka diajarkan untuk “malu” karena belum berprestasi menjadi “mau” berprestasi, “mau” mengejar mimpi.

Buku ini menceritakan pengalama para Pengajar Muda selama mereka menjalankan tugas yang ditulis  melalui web Indonesia Mengajar  yang kemudian dipilah dan dipilih hingga akhirnya di publikasikan. Kisah-kisah penuh tawa, tangis, dan perjuangan  yang mereka tulis akan sangat sayang untuk dilewatkan. Bagi anda yang belum pernah menginjakkan kaki di daerah terpencil, membaca buku ini seperti membawa anda ke “dunia lain”.

You Might Also Like

22 komentar

  1. iya nih, ada jugak program dari dikti yang memberikan kesempatan pada lulusan mahasiswa yang berbasis pendidikan untuk bisa mengabdi di daerah terpencil. 17 kampus yang disebar di seluruh Indonesia...

    BalasHapus
  2. Program dikti gaungnya tidak se"heroik" Indonesia Mengajar ya. Apa mungkin kurang sosialisasi, jadi banyak yang tidak tau.

    BalasHapus
  3. ini baru angkatan kedua ini sist...
    Beda penyelenggara beda fokusnya juga kali ya. Karena kalo yang dikti ini hanya untuk kampus yang berbasis pendidikan saja.. Tapi yang terpenting adalah kontribusi nya saja.. bukan begitu mbak? :D

    BalasHapus
  4. Se7 banget. Dipublikasikan atau tidak kalo ikhlas, so pasti dapet pahala :)

    BalasHapus
  5. iyaaa mbak ikaaa. kalau yang di dikti itu kan dapat gaji jugak. Lewat seleksi yang ketat, dan ketika sudah bisa bergabung mengikuti pendidikan di AAU biar bisa survive. Nah mungkin bedanya Indonesia mengajar dengan dikti, kalau dikti itu pesertanya dapet sertifikasi. Heheee, semacam pengabdian lah untuk satu tahun..

    oya mbak ika, ada new post tuh.. mampir yaah :D

    BalasHapus
  6. Ok dech, pasti mampir. Jo lali disiap ke teh karo nyamikkan e yoooo

    BalasHapus
  7. itu Strawberry nya mbak :D

    BalasHapus
  8. apik iki.. jadi inget punya temen yang sekarang ada di pedalaman kalimantan. lost contact, lha wong di sana ga ada sinyal..
    program keren tenan ini mbakyu.. :)

    BalasHapus
  9. Iyo pak dhe. Pak dhe mau daftar? Hi,,hi,,hi :D

    BalasHapus
  10. trus sik jemput sekolah anakku sopo? :D

    BalasHapus
  11. Sing jelas, nek melu dapur ra ngebul:D

    BalasHapus
  12. jadi pengen mbaca bukunya mbak :)

    BalasHapus
  13. Iya, bukunya emang TOP BGT :)

    BalasHapus
  14. jadi penasaran Mbak.............

    BalasHapus
  15. Siip,, gak rugi punya buku ini :)

    BalasHapus
  16. Banyak relawan Indonesia mengajar menginspirasi saya untuk berbuat. Semoga apa yang mereka lakukan menginspirasi kita semua yah...

    BalasHapus
  17. Iya pak,, dan jadi ladang amal buat kita :)

    BalasHapus
  18. mbak'e salah satu dari anak2 IM ?

    BalasHapus
  19. Indonesia Mengajar. Saya banyak berdiskusi dengan mereka di twitter. hehehe....

    BalasHapus
  20. Wah,, asyik donk. Tambah semangat nich :)

    BalasHapus