Resensi Perdana

13.50.00

Akhirnya saya memutuskan memasukkan resensi buku untuk memperkaya informasi dalam blog saya. Kebetulan saya tidak pernah membatasi buku yang saya baca. Tapi memang yang paling jadi favorit saya novel dan hal-hal yang berkaitan dengan tumbuh kembang anak dan bisnis :)

Kali ini buku yang ingin saya bedah novelnya Dahlan Iskan yang berjudul SEPATU DAHLAN. Resensi untuk novel ini sebenernya agak sedikit dipaksakan, mengingat ini bukan novel baru ;) Novel ini di louncing hampir bersamaan dengan novelnya Aburizal Bakrie, Anak Sejuta Bintang. Tapi saya lebih memilih bnovelnya pak Dahlan.

Kenapa novel pak Dahlan yang terpilih?



Novel ini bercerita tentang masa kecil pak Dahlan yang kaya akan pendidikan karakter dan perjuangan hidup. Lebih heroik karena pak Dahlan memulai kesuksesannya dari nol.

Ada benang merah antara novel SEPATU DAHLAN dengan tetralogi LASKAR PELANGI Andrea Hirata, kedua novel tersebut menceritakan perjuangan seorang anak meraih impian dengan keterbatasan fasilitas yang mendukung.

Hanya untuk mendapatkan sepeda dan sepatu yang diimpikan, dahlan kecil harus bekerja menjadi kuli nyeset tebu,  pelatih volley di pabrik gula dan mencari rumput untuk 20 dombanya setiap habis subuh dan setelah sekolah. Tak ada les-les yang menjejali hari-hari mereka. Jangankan untuk les, sekedar untuk menikmati sepiring nasi dengan sambel teri saja rasanya sulit.

Hal yang menarik dari novel ini ialah prinsip hidup yang ditanamkan orang tua dahlan bahwasannya dalam kemiskinan yang mereka hadapi, pantang meminta minta belas kasihan orang lain melainkan harus selalu bekerja dan terus berusaha. Prinsip hidup yang menjadi bekal meraih suksesnya kini.

Himpitan ekonomi tidak menjadikan dahlan bermentalitas miskin yang miskin impian. Pembelajaran bagi kita sebagai orang tua bagaimana mengajarkan kepada anak, bahwasannya keterbatasan fasilitas tidak menghalangi kesuksesan.

Sukses buat pak dahlan, novel yang sangat inspiratif ini sayang untuk dilewatkan. Rugi rasanya jika novel ini tidak menjadi bagian dari koleksi buku anda.

You Might Also Like

6 komentar

  1. barang siapa bersungguh-sungguh pasti Dia memberi jalan

    BalasHapus
  2. Bener banget :) Man Jadda Wa Jadda

    BalasHapus
  3. saya udah beli buku ini beberapa bulan yg lalu tapi masi belum saya jamah mbak heheh

    BalasHapus
  4. Ih sayang banget, padahal ceritanya bagus lho :)

    BalasHapus
  5. novelnya bagus banget mba ika..jd pengen bli nih..tapi jaman sekarang semuanya serba ada..tgl kita nya sendiri yg bagaimana caranya mendidik anak dgn segala keterbatasan....

    BalasHapus
  6. Yap, tul banget. Baca buku ini biar tambah wawasan ya :)

    BalasHapus