Letakkan Sejenak

20.20.00

Didorong rasa rindu yang mendalam, seorang ayah menemui anaknya yang kini tinggal di kota. Sengaja sang ayah datang diakhir pekan agar tidak mengganggu kesibukan anaknya hingga dapat berbincang leluasa dengannya. Betapa terkejut sang ayah melihat keadaan anaknya. Wajahnya telah melampaui usianya. Tergambar dari raut wajahnya beban masalah yang mendera kehidupannya. Sang ayahpun bertanya demi melihat keadaan anaknya. Dan rangkaina ceritapun terlontar dari bibir anaknya. Demi mendengar keluh kesah anaknya, sang ayah lantas menuang gelas dengan air hingga separuh gelas kemudian ia berkata,“Wahai anakku, bagaimana jika gelas ini engkau angkat selama lima menit?” “Lumayan pegal, yah,” jawab si anak.

“Lantas bagaimana jikalau gelas itu kamu angkat satu jam lamanya?”

“Pastinya tanganku jadi kesemutan ataupun kram dan bisa jadi akan cedera.”                                                                                                                                                                    

“Seandainya gelas ini kamu angkat tiga hari lamanya, apa yang terjadi?”

“Kalo harus mengangkat selama tiga hari, mungkin tanganku harus dibawa ke dokter karena cedera otot.”

“Lalu, ketika air itu diangkat apakah isinya akan berkurang?”

“Tentu tidak, kecuali ayah menumpahkannya atau ayah menjemurnya dibawah sinar matahari.”

“Bagaimana agar tidak merasa pegal ketika memegangnya, nak?”

“Sesekali gelas diletakkan di meja, yah.”

“Itulah jawaban atas pertanyaanmu tadi nak. Ketika masalah datang menerpa, sesekali letakkan ia sejenak. Jangan kamu angkat dan kamu bawa terus menerus agar ia tidak membebani langkahmu.”                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    

***

Masalah adalah sebuah keniscayaan dalam rentang kehidupan yang kita lalui. Satu hal yang perlu kita ingat, jangan pernah kita membawa masalah kemanapun kita pergi. Letakkan masalah kantor di kantor saja. Jangan bawa ke rumah, karena anak-anakpun punya hak atas waktu yang kita miliki.“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”* Artinya kita mampu menyelesaikan semua. Karena semua masalah yang kita hadapi sesuai dengan proporsi yang kita miliki. Yakinlah bahwa kita mampu menyelesaikan semua masalah yang datang. Karena ujian kita sejatinya kecil, maka bersabarlah.“Dan sungguh akan kami beri cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan,“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.”** Tugas kita adalah mencari jalan yang terbaik untuk menyelesaikannya. Karena sejatinya terbentang dua jalan kemudahan diantara satu kesulitan. “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”***



*Al Baqarah:286

**Al baqarah:155-156

***Asy Syarh:5-6

You Might Also Like

0 komentar