Belajar bisnis selagi belia

19.43.00

Jaman telah berubah, dulu sekitar 10 tahun yang lalu para orang tua masih menganggap dokter, insinyur, arsitek ataupun ilmuwan menjadi profesi yang membanggakan. Kini, profesi-profesi tersebut tidak lagi bertengger dalam daftar urutan teratas impian orang tua terhadap anaknya kelak ketika dewasa. Banyak bermunculan OKB (Orang Kaya Baru) yang nota bene masih berusia muda dari kalangan pengusaha menyebabkan mereka lebih mendorong anaknya menjadi pengusaha. Mark Zuckerberg salah satu contohnya. Sukses diusia muda.

Menurut Rhenald Kasali.PhD, untuk menjadi entrepreneur sejati yang berperan bukan bakat dan genetika semata. Manusia menjadi sesuatu bukan by nature melainkan by muture, lingkungan memberikan andil yang cukup besar.



Mengenal nilai uang

Untuk membantu menumbuhkan minat bisnisnya, bantu anak dengan mengajarkan nilai uang. Salah satu contohnya ialah meminta anak untuk membantu pekerjaan Anda di rumah dengan imbalan uang. Mengajarkan nilai uang sangat penting karena uang menjadi factor penting dalam berbisnis. Bukan hanya cara menghitungnya, tapi juga cara menghargainya, sesedikit apapun uang yang di dapat.

Dukungan dan Fasilitas

Seperti yang diungkapkan Rhenald Kasali PhD untuk menumbuhkan minat berwirausaha, anak harus didukung dengan lingkungan yang memadai dan memberikan fasilitas guna menunjang mintanya. Kualitas kewirausahaan tak harus ditunjukkan dengan kegemarannya berdagang saja. Harus didukung dengan kemampuan yang lain seperti kemampuan mengambil resiko, mampu menyelesaikan masalah secara kreatif dan memilki motivasi internal yang tinggi untuk sukses.

Orang tua perlu memberikan dukungan terus menerus agar anak dapat mempertahankan kecenderungan itu sampai mereka dewasa. Dukungan pertama yang harus dilakukan orang tua ialah memberikan anak pendidikan. Sebagai calon wirausaha anak juga harus memilki beberapa keterampilan misal matematika, sains, seni hingga bahasa.

Orang tua juga perlu memantau kemampuan dan potensi  yang dimiliki anak untuk diasah. Pada prinsipnya minat terhadap apapun bisa menjadi sarana mereka berwirausaha. Jika anak memiliki kecenderungan dalam bidang seni gambar, Anda dapat mengarahkannya menjadi designer yang memilki butik sendiri.

Dunia bisnis dunia yang penuh resiko dan persaingan. Orang tua juga perlu menanamkan kepercayaan diri yang kuat pada anak. Anak mesti dididik untuk untuk tidak takut memiliki ide yang unik yang  kemungkinan tidak akan diterima orang lain. Berbekal rasa percaya diri yang tinggi memungkinkan anak untuk membuat produk ataupun cara kreatif yang belum pernah ada.

Mengenal proses

Anak harus dikenalkan dengan proses-proses yang harus dijalani sebagai  seorang wirausaha. Ini memberi anak wawasan bagaimana ia menjalankan usahanya dan bagaimana usaha yang dijalankannya agar  tetap bertumbuh. Selain itu anak  juga dikenalkan dengan etika berbianis agar kelak dalam menjalankan usaha ia tidak menghalalkan segala ca

You Might Also Like

6 komentar

  1. Hani sejak kelas 2 SD sudah diajarin sama keluarga cara menghargai dan mencari uang :D

    BalasHapus
  2. saya ngacung Mba yang mau jadikan anak bukan terpatok buat jadi pegawai. dokyer ato insinyur saja
    hehehehe..

    BalasHapus
  3. :lol: ada-ada saja mas Dhani ini

    BalasHapus
  4. yupz betul sekali... tapi mbak... bagaimanakah jika ada orang tua yang melarang2 anaknya untuk berbisnis.. sedangkan kepercayaan anak sudah meningkat untuk berbisnis mbak... apakah tindakan orang tua ini benar mbak ?

    BalasHapus
  5. Orang tuanga kurang ilmu, karena enterpreneurship sekarang ini merupakan 1 dari 8 skill yang diterapkan pada pendidikan di sekolah.
    Kalo anaknya sudah dewasa ya sebaiknya dikomunikasikan dengan ortu.

    BalasHapus