B+ Thinking

02.28.00



Pada suatu pagi buta, Ibnu Maktum sahabat Rasulullah yang buta itu terantuk batu dan jatuh ketika hendak pergi ke masjid menunaikan shalat bersama Rasulullah. Demi melihat darah dikepala Ibnu Maktum, Rasulullahpun bertanya kepadanya apa gerangan yang terjadi. Ibnu Maktum menceritakan secara rinci kejadian yang dialaminya. Setelah mendengar cerita Ibnu Maktum beliau pun berkata, “Separuh dosamu telah diampuni Allah”.

Di pagi berikutnya Ibnu Maktum bertemu dengan seseorang yang menuntunnya untuk pergi ke masjid. Berhari-hari orang tersebut menuntun Ibnu Maktum ke masjid hingga iapun penasaran dan bertanya kepada orang tersebut. “Saya tidak kenal anda. Siapakah gerangan anda mau menuntun saya ke mesjid ?” Demikian lontaran pertanyaan kepada orang yang tidak dikenalnya itu. “Ah anda tak perlu tahu,” kata si penuntun. “Kalau begitu saya tidak mau dituntun oleh manusia yang tidak saya kenal”.“Jangan begitu, saya kan orang baik” jawab si penuntun pula. “Saya akan doakan anda karena kebaikkan anda”, kata Ibnu Maktun. “Saya tidak mau anda doakan,” jawab si penuntun.

Ibnu Maktum terkejut mendengar jawaban si penuntun dan berkata, “Kalau anda tidak mau saya doakan, tinggalkan saya!” sambil bergegas pergi. Si penuntun mengejar Ibnu Maktum dan berkata, “Saya adalah syetan”. Betapa terkejutnya Ibnu Maktum demi mendengar jawaban si penuntun tersebut. Iapun kemudian bertanya, “Kenapa anda menuntunku ke masjid?” “Karena aku tidak ingin separuh dosamu terhapus karena membiarkanmu terjatuh,” jawab syetan.

***




Kekuatan Pikiran

Jack Canfield dan Mark Viktor dalam buku Aladdin Factor menyatakan bahwasannya manusia menghadapi lebih dari 60.000 pikiran setiap harinya. Sementara hasil penelitian Fakultas Kedokteran di San Frasisco menyatakan 80% pikiran manusia bersifat negative. Artinya lebih banyak pikiran-pikiran negative yang menguasai otak kita. Padahal apa yang kita pikiran sangat berpengaruh pada perasaan, perilaku serta penyakit yang mendera jiwa dan raga. Maka tak heran jika stress menjadi sumber beberapa penyakit yang menjadi momok saat ini seperti jantung dan stroke.

Pikiran tertentu yang terjadi berkali kali akan membentuk pola pikir atau mindset. Bayangkan jika otak dipenuhi oleh pikiran-pikiran negative, maka hal baikpun akan menjadi sesuatu yang buruk. Cerita diatas bisa memberi gambaran yang nyata betapa apa yang kita pikirkan sangat berpengaruh terhadap perilaku kita.

Syetan selalu berfikir bagaimana mengajak manusia agar mengikuti jalan kesesatan. Artinya setan tidak akan membiarkan manusia selamat dari api neraka. Menuntun Ibnu Maktum ke masjid merupakan perbuatan baik, tetapi mindset syetan mengubah sesuatu yang baik menjadi keburukan. Ia menuntun Ibnu Maktum karena ia khawatir separuh dosa Ibnu Maktum kembali diampuni jika Ibnu Maktum jatuh kembali.

Berpikir positif

Dirimu esok hari adalah apa yang kamu pikirkan hari ini. Ya, itu benar adanya. Ketika seseorang berpikir akan mengalami kegagalan, maka pikirannya akan membuka file-file kegagalan. Maka orang yang berpikir gagal tidak akan pernah berpikir untuk merubah hambatan menjadi peluang. Ia akan semakin jatuh terperosok.

Biasakan untuk berpikir positif dalam menghadapi apapun dalam hidup ini. Bayangkan semua bisa terselesaikan walau tidak semua mudah terpecahkan. Ikuti dengan sikap tubuh yang benar. Biasakan untuk selalu tersenyum agar aura positif selalu terpancar.

Sambutlah hari-hari dengan semangat yang membara. Laksanakan setiap tugas dengan semangat dan dengan hati yang gembira agar beban ataupun tugas terasa ringan.

You Might Also Like

0 komentar