Setelah Ramadhan Berlalu

20.38.00


Ramadhan telah berlalu meninggalkan kita.

Apakah kita termasuk orang yang bersedih mengantar kepergian bulan Ramadhan?

Menangis karena kesempatan untuk melipat gandakan kebaikkan telah berlalu, ataukah menangis karena tidak bisa mengisi Ramadhan dengan ibadah yang terbaik?

Ataukah kita termasuk mereka yang mengantarkan kepergian Ramadhan dengan senyum tersungging.

Senyum bahagia karena berhasil melaluinya dengan amal ibadah yang diterima Allah, ataukah senyum bahagia karena terbebas dari beban dan himpitan kewajiban selama bulan Ramadhan?

Sebuah petanyaan yang wajib kita jawab dan renungkan dengan kejernihan nurani kita.

وَلاَ تَكُونُواْ كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِن بَعْدِ قُوَّةٍ أَنكَاثًا

 “Dan janganlah kamu seperti seorang wanita yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali.” (Q.S An-Nahl;92)

Sebuah perumpamaan sebagian orang yang mengisi hari-harinya selama bulan Ramadhan dengan ketaatan penuh sementara setelah Ramadhan berlalu, kembali ke habitatnya semula. Kembali melakukan perbuatan dosa dan maksiat. Meninggalkan ibadah yang mereka tekuni selama bulan Ramadhan.

Belajar dari para salafusalih, mereka menangis selama enam bulan setelah Ramadhan berlalu, memohon agar amal ibadahnya siterima oleh Allah.

لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ

“Bila kalian bersyukur, maka sungguh Aku akan tambahkan (nikmat) untukmu.”

(Q.S Ibrahim: 7)

Sebagian ulama tafsir mengatakan bahwa yang dimaksud dengan menambahkan dalam ayat diatas adalah tambahan  nikmat immateriil berupa kebaikkan, keimanan dan amal sholeh. Karena bila seorang hamba bersyukur dengan sebenar-benar syukur, maka tentu akan semakin bertambah kebaikkan dan ketaatan serta menjauhi perbuatan maksiat.

“Syukur itu adalah dengan meninggalkan maksiat”, kata orang-orang salaf.

Mari kita takar keberhasilan Ramadhan kita kali ini, dan tolak ukurnya ialah seperti apa kita sesudah Ramadhan berlalu.



Referensi:

-          Ustadz Shalahuddin Abdurrahman

Gambar diambil disini

You Might Also Like

0 komentar