MOMTREPRENEUR, mom works at home

20.35.00

Yanty Isa (45) tidak pernah membayangkan bisnis rumahan pembuatan bumbu penyedap yang dia dirikan pada tahun 2011 dengan merek Magfood Inovasi Pangan (MIP) dapat berkembang hingga merambah bisnis restoran siap saji. Pada awalnya, Yanty hanya mampu memproduksi bumbu penyedap sekitar 20 kilogram per hari. Kini Yanty bisa berproduksi hingga 15 ton ragam bumbu atau seasoning per bulan.

Yanty memutuskan untuk berbisnis sendiri setelah malang melintang berkarier di beberapa perusahaan. Walaupun diakuinya hal itu tidak mudah. Memulai dari nol, membuat Yanty harus jatuh bangun pada tiga tahun pertama usahanya. Selain mencari pelanggan, hal paling sulit yang ia alami ketika memulai bisnis ini yaitu mencari pemasok bahan baku dikarena usaha yang dia rintis cuma usaha skala kecil. Tak patah semangat, Yanty menyiasati kesulitan ini dengan mencari calon pemasok lewat internet.



Momtrepreneur mulai menggejala dikalangan ibu-ibu perkotaan akhir-akhir ini. Factor utama mereka resign dari pekerjaan yang mapan karena pekerjaan menuntut waktu terlalu banyak hingga waktu untuk keluarga banyak tersita.

Seperti pengalaman Sharah Saleh Sugarda, dua tahun bekerja sebagai manajer SDM sebuah perusahaan keuangan di Bursa Efek Jakarta (BEJ) mengharuskannya menjalani rutinitas gila-gilaan. Pergi pagi-pagi sebelum anak-anak bangun dan pulang malam ketika anak-anak terlelap. Tidak hanya itu, tak jarang ia harus bekerja tujuh hari dalam sepekan.

Ada sebuah momen ketika ia harus berfikir ulang dengan apa yang dilakukannya saat itu. Suatu hari, Kalila putrinya meraih juara lomba membaca doa di TK-nya. Ketika semua pemenang berfoto dengan para orang tuanya, Kalila foto tanpa didampingi Sharah. Naluri keibuannya mulai terusik dan ia pun memutuskan untuk bekerja di rumah.

Selain karena memiliki waktu untuk membersamai anak-anak setiap saat, alasan lain para ibu bekerja di rumah ialah kebebasan untuk berkreasi. Bebas mengekspresikan apapun tanpa ada yang membatasi. Dan yang paling penting, dengan bekerja di rumah mereka bebas dari perintah bos. Mereka adalah bos buat diri mereka sendiri.

Hal yang perlu diingat ketika memutuskan bekerja dirumah adalah bahwasannya kesuksesan tidak bisa diraih dalam satu hari. Kesuksesan butuh kerja keras, waktu dan dedikasi tinggi. Artinya, walaupun bekerja dirumah kita harus tetap mengelola secara cermat dan dijalankan dengan serius. Karena tebalnya kantong tergantung dari keuletan kita.

Selain persiapan mental, bergabung dengan kominitas juga sangat diperlukan. Banyak manfaat yang akan didapat ketika kita masuk dalam sebuah komunitas. Cerita pengalaman-pengalaman dari sesama anggota akan menambah wawasan kita. Tidak hanya cerita suka, cerita dukapun dapat memotivasi untuk bangkit ketika kita terpuruk dan sukses masih jauh untuk diraih. Salah satunya adalah Bundainbiz, sebuah komunitas para ibu yang bekerja di rumah. Ada sekitar 500 ibu yang telah bergabung menjadi anggota millis ini, yang saling terhubung untuk saling berbagi. Milis ini menyiapkan tiga amunisi penting yang diperlukan bagi anggotanya: keberanian memulai usaha di rumah, ajang sharing sekaligus informasi peluang usaha. Milis inipun menjadi wadah diskusi topik-topik yang berkaitan dengan bisnis, home bussines dan bekerja dari rumah.

Jika kita memilki hobby menulis dan ingin berkarier dibidang penulisan, kita bisa bergabung dalam grup Be a writer (biasanya disingkat BAW) yang didirikan oleh mbak Leyla Imtichanah. Penulis yang telah menulis belasan novel dan buku non fiksi keislaman. Kominitas ini juga mengadakan proyek menulis bagi anggotanya, yang hasilnya akan diterbitkan oleh penerbit mayor.

Saatnya kembali ke fitrah sebagai wanita dengan menjadi momtrepreneur. Sambil menyiapkan generasi penerus yang handal, disisi lain tetap memiliki penghasilan sendiri. Be a smart mom.



Referensi:

-       Republika

-       Detikcom

Gambar diambil disini

You Might Also Like

0 komentar