Hot di luar Fresh di dalam

17.18.00



Polutan ternyata tidak hanya berasal dari gas buang  pabrik dan asap kendaraan bermotor saja. Beberapa peralatan rumah tanggapun mengeluarkan polutan yang berbahaya bagi kesehatan. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh United State Environmental Protection Agency (USEPA) mengindikasikan bahwa derajat polusi dalam ruang bisa 2 sampai 5 kali lebih tinggi dibandingkan dengan polusi luar ruangan.



Salah satu sumber polutan di dalam rumah kita yang tidak kita sadari adalah asap kompor didapur. Satu jam berada di dalam dapur dan menghirup asap dapur sama dengan perokok aktif yang menghisap 6 batang rokok. Selain berasal dari asap kompor, pencemaran dalam ruangan juga bisa berasal dari asap rokok, bahan-bahan kimia, seperti semprotan nyamuk, cat, bahan perekat wallpaper, dll.

Parahnya, gas CO yang dihasilkan rokok maupun sumber lain (asap kendaraan, asap kompor), jika terhirup oleh hidung akan masuk ke dalam aliran darah, termasuk aliran darah jantung. Bila ini terjadi, maka hemoglobin akan lebih banyak terikat dengan CO dan ini bisa menyebabkan kadar CO berlebihan dalam darah. Pada tubuh yang kekurangan oksigen dapat menimbulkan terjadinya hipoksia. Bila hipoksia menyerang otak, maka akan menimbulkan gangguan susunan syaraf pusat yang disebut ensefalopati. Apabila mengenai jantung dan darah disebut gangguan kardiovaskuler.

Mengisi rumah kita dengan tanaman dapat penggantikan  fungsi Air Conditioner (AC) bersistem plasmacluster. Tanaman tidak membutuhkan listrik dan biaya yang mahal. Disamping itu, dengan mengurangi penggunaan AC berarti turut mengurangi potensi pemanasan global. AC menghasilkan panas tiga kali lebih banyak dari dingin yang ditimbulkan

Tanaman hijau juga bermanfaat secara psikologis. Tanaman dapat mengurangi tingkat stres penghuni rumah. Efek menenangkan dari tanaman dapat menciptakan suasana menyenangkan.

Agar kehadiran tanaman dalam ruangan memberikan mafaat yang optimal, ada beberapah hal yang perlu kita perhatikan.


  • Pilih tanaman yang menyerap polutan


Sansevieria atau yang dikenal dengan tanaman Lidah Mertua adalah jenis tanaman penyaring udara nomor satu dan dapat diletakkannya di mana saja karena tanaman ini dapat tumbuh meski hanya dengan cahaya lampu kantor. Penelitian yang dilakukan oleh Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), bahwa lidah mertua mengandung bahan aktif pregnan glikosid, yang berfungsi mengurai polutan menjadi asam organik, gula, dan asam amino. Selain itu, diketahui pula lidah mertua mampu menyerap radiasi dari berbagai peralatan elektronika yang ada di dalam ruangan. Sehingga radiasi tak berbahaya bagi kesehatan penghuni ruangan. Berdasarkan penelitian Fakultas MIPA Universitas Brawijaya Malang, pada ruangan dengan volume 100 m3 dapat ditempatkan tanaman lidah mertua dewasa sebanyak 5 helai. Setiap helai daun sansevieria bisa menyerap 0.938 mikrogram per jam formaldehid.

Tanaman puring yang daunnya berwarna-warni kini diketahui juga sebagai penyerap berbagai polutan yang berasal dari asap rokok, bensin, pembakaran kayu, dan uap terpentin. Formaldehyde dan karbondioksida adalah jenis polutan yang dapat terserap oleh puring. Bahkan, berdasarkan penelitian yang dilakukan Dr. Ir. Suparwoko dan Ir. Feris dari Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, puring merupakan tanaman yang memiliki daun paling baik dalam menyerap unsur timah hitam, sebanyak 2,05 mg/liter. Timbal termasuk salah satu logam berat yang bisa menyebabkan kerusakan otak, darah, ginjal, dan hati yang tidak dapat disembuhkan. Puring dapat tumbuh baik di dalam ruangan, dengan intensitas cahaya matahari 50-80 %.

Sri rejeki (Dieffenbachia seguine) juga punya manfaat layaknya lidah mertua. Tanaman hias yang satu ini mulai populer dengan nama Aglaonema, mengatasi berbagai polutan dengan senyawa phytochemical. Phytochemical adalah senyawa-senyawa kimia, seperti beta karoten yang secara alamiah terkandung di dalam tanaman. Phytochemical Aglaonema dilepaskan saat fotosintesa dan memiliki efek anti bakteri, menekan pertumbuhan spora jamur dan bakteri merugikan. Hasil penelitian Associated Landscape Contractor of America, ditemukan bahwa phytochemical mampu menekan populasi bakteri dan spora jamur merugikan hingga 50-60%. Selain itu, phytochemical juga mengurangi rasa sakit, membantu konsentrasi, menghilangkan rasa lelah dan mengurangi tekanan mental. Pada ruangan dengan volume 100 m3 dapat ditempatkan tanaman sri rejeki sebanyak 14 helai daun. Kombinasi lidah mertua dan sri rejeki dapat menjadi alternatif untuk menggantikan fungsi AC sebagai penetralisir polusi udara dalam ruangan terutama yang disebabkan oleh asap rokok dan mikroorganisme.

  • Sesuaikan pot atau wadah tanaman dengan interior ruangan


Pot tanah liat sangat serasi untuk ruangan bergaya natural atau etnik. Pot dari bahan plastik bisa dimasukkan ke dalam keranjang rotan supaya terlihat lebih artistik. Untuk ruangan yang lebih modern, pilih pot atau vas dari kaca. Ataupun menggunakan beberapa ranting kayu dalam sebuah pot tinggi yang memiliki warna selaras dengan nuansa warna ruangan. Jika Anda ingin memberi sentuhan lain, gunakan beberapa jenis dedaunan berwarna putih yang ukurannya tidak terlalu besar sebagai aksen.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah perawatan tanaman. Selain memperhatikan penyiramannya, tanaman juga harus selalu dibersihkan. Jangan sampai ada kutu daun atau ulat yang menempel. Tanaman juga perlu sinar matahari. Satu minggu sekali tanaman perlu dikeluarkan agar mendapatkan sinar matahari langsung.

  • Vertikultur dan hidroponik


Jika kita berkeinginan memasukkan unsur tanaman dalam rumah tetapi tidak ingin direpotkan dengan perawatan yang rumit, maka hidroponik bisa menjadi alternative yang tepat. Kita bisa memanfaatkan hidrogel sebagai media tanam. Hidrogel berfungsi menyerap dan menyimpan air  serta nutrisi untuk tanaman. Jadi tak perlu menyiram setiap saat.



Vertikultur merupakan alternative lain yang  dapat diaplikasikan untuk menyiasati sempitnya ruangan dalam rumah kita. Kita bisa menempatkan satu sisi dalam ruangan didalam rumah kita dengan menanam model vertikultur agar rumah terlihat lebih sejuk dan asri.

Beberapa tips diatas mudah-mudahan menambah wawasan kita agar lebih bersemangat memasukkan unsur alam di dalam rumah kita. Disamping ikut mensukseskan program go green yang sedang digalakkan pemerintah, tanaman didalam rumah juga memberi manfaat kesehatan tubuh dan jiwa.



Referensi;

disadur dari berbagai sumber

Gambar diambil disini

You Might Also Like

2 komentar

  1. Heya! I'm at work surfing around your blog from my new
    iphone 3gs! Just wanted to say I love reading your blog and
    look forward to all your posts! Keep up the outstanding work!

    BalasHapus
  2. I love your blog.. very nice colors & theme.
    Did you create this website yourself or did you hire someone to
    do it for you? Plz reply as I'm looking to construct my own blog and would like to find out
    where u got this from. kudos

    BalasHapus