Sekolah Berkarakter

05.16.00

Sudah menjadi sebuah kelaziman, jika anak akan menghadapi ujian, orang tua juga pasti terkena imbasnya. Kadang orang tua justru lebih panas dingin dibandingkan anaknya yang akan mengerjakan ujian. Ya, ujian menjadi momok yang mengerikan di negeri ini.

Saya mempunyai pengalaman menarik dengan sekolah anak saya. Sama seperti ibu-ibu yang lain, dua minggu sebelum ujian saya sudah mendesak guru untuk memberikan kisi-kisi yang akan muncul pada ujian nanti.

Jawaban sang guru membuat saya jadi lebih mencintai sekolah ini,”Bu, pelajari saja worksheet yang pernah disampaikan guru. Anak tidak usah ditekan untuk belajar. Natural saja. Lagi pula untuk kelas 1 sampai 3 kami lebih menekankan pada pendidikan karakternya.”

Sekolah anak saya memang sedikit berbeda dengan sekolah lain. Dari kelas 1 sampai kelas 3, anak tidak diberikan PR, tidak pula dibebani dengan buku-buku yang akan memberatkan punggungnya.

Piagam

Sekolah ini lebih menanamkan pada anak bahwa sekolah itu menyenangkan.

Dan pada penerimaan rapor kemarin, anak saya mendapat piagam atas prestasi kesabaran yang ia miliki selama ini. Bukan karena nilai matematikanya 10 ataupun nilai bahasa Indonesianya 10.

Tambahan muatan pendidikan karakter yang dicanangkan Menteri Pendidikan, M Nuh mudah-mudahan tidak hanya berhenti pada tataran konsep tapi benar-benar teraplikasikan disekolah-sekolah dinegeri ini, agar pendidikan di Indonesia lebih bermartabat.

You Might Also Like

0 komentar