"SELAMAT HARI IBU"

19.53.00

Hari ini merupakan hari yang ditunggu para ibu. Hari dimana anak-anak mengapresiasi apa yang telah bunda berikan untuk mereka. Walaupun dengan sebuah kartu ucapan sederhana yang mereka buat sendiri, itupun cukup untuk menjadi penghibur dan penghilang keletihan dan kepayahan mengurus mereka.



Berkaca pada bunda kita dahulu, akan seperti apakah kita?

Akankah sekokoh Tjoet Nja' Dhien?

Dengarkan teriakan lantang beliau tatkala pasukan Belanda yang dipimpin Johan Harmen Rudolf Köhler  menambatkan kapalnya dan membakar Masjid Raya Baiturrahman

Lihat wahai orang-orang Aceh!! Tempat ibadah kita dirusak!!

Mereka telah mencorengkan nama Allah! Sampai kapan kita begini?

Sampai kapan kita akan menjadi budak Belanda?

 
Teriakan lantang itu menggerakkan rakyat Aceh untuk bangkit berjihad memperjuangkan agama dan bangsanya.

Lantas, teriakan penyemangat apa yang bisa bunda berikan untuk anak-anak agar mereka senantiasa mencintai agamanya, menegakkannya dimanapun mereka berada dan dalam kondisi apapun?

Akankah serevolusioner R.A. Kartini?

Pemikiran R.A. Kartini yang tertuang dalam surat-surat beliau menarik perhatian pemerintah Belanda dan mengubah paradikma mereka terhadap perempuan pribumi di jawa.

Pemikiran beliau yang tertuang dalam surat-surat beliau banyak menyoroti kondisi sosial pada waktu itu, terutama tentang kondisi perempuan pribumi.

Beliau tokoh emansipasi yang menginginkan perempuan Indonesia mempunyai pemikiran yang lebih maju dengan pendidikan yang memadai.

Kini, kita lihat betapa banyak perempuan Indonesia menjadi korban ketidak tegasan Pemerintahnya sendiri. Sempitnya lapangan pekerjaan memaksa mereka menjadi TKW di negeri antah berantah. Nyawa mereka berada diujung tangan algojo-algojo yang siap mengayuhkan pedang ke leher mereka.

Apa yang bisa kita perbuat untuk menyelamatkan mereka?


Gambar diambil disini

You Might Also Like

0 komentar